Mengumpulkan santri di masjid tanpa arahan lanjut terkadang hanya menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengobrol satu sama lain. Tak perlu waktu lama, maka masjid yang diharapkan menjadi tempat belajar malah menjadi berisik dan ricuh oleh obrolan yang tidak berbobot. Tak ada bedanya dengan membiarkan mereka berkumpul di asrama.
Mengatasi hal itu, pihak pesantren menyarankan Oshan membuat acara agar santri bisa memanfaatkan waktu luang secara produktif. Kesempatan itu diambil oleh Qism Lughoh untuk halaqoh. Dengan kamus di tangan, mereka menyetorkan mufrodat-mufrodat kepada para muro’i (pembimbing).
Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 21.00 malam. Secara tidak langsung membuat mereka menghafal berbagai kosakata. Dengan harapan memperkaya kosakata untuk mereka praktikan, acara ini berjalan lancar di setiap malamnya ketika waktu kosong.
Sumber : Qism Lughoh
Tim Redaksi : Qism Shahafi